
Pernahkah Anda sedang asyik scroll media sosial, lalu tiba-tiba mood berantakan setelah melihat teman mengunggah foto liburan mewahnya, rumah barunya, atau pencapaian kariernya? Tiba-tiba ada perasaan sesak di dada, merasa diri ini tertinggal, atau tanpa sadar kita bergumam nyinyir, “Ah, paling dia cuma beruntung,” atau “Ah, itu kan pakai uang orang tuanya.” Hati-hati, perasaan insecure dan tidak suka melihat orang lain bahagia semacam itu bisa jadi adalah bibit dari penyakit hati yang sangat merusak: Iri hati dan dengki. Dalam Islam, sifat ini dikenal dengan istilah Hasad.
Mari kita duduk sejenak, mengambil napas panjang, dan menata kembali hati kita. Mengapa Islam sangat mewanti-wanti kita dari penyakit ini?
Hasad: Memprotes Ketentuan Allah
Pada dasarnya, iri hati atau hasad adalah perasaan tidak senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, dan ada harapan agar nikmat tersebut hilang dari orang itu. Secara tidak sadar, ketika kita merasa dengki, kita sebenarnya sedang “memprotes” pembagian rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Padahal, Allah telah memberikan peringatan yang sangat lembut namun tegas dalam Al-Qur’an agar kita fokus pada karunia kita masing-masing:



