Pendahuluan
Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) adalah istilah yang sering kita dengar di lingkungan pesantren dan majelis taklim. Namun, apa sebenarnya pengertian Ahlussunnah Wal Jamaah? Bagaimana prinsip-prinsip dasarnya? Dan mengapa kita harus mengikuti manhaj ini?
Secara bahasa, Ahlussunnah berarti orang-orang yang mengikuti sunnah (jalan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Wal Jamaah berarti orang-orang yang mengikuti jamaah (konsensus) para sahabat. Jadi Ahlussunnah Wal Jamaah adalah golongan yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, Sunnah Nabi, dan apa yang telah menjadi ijma’ (konsensus) para sahabat dan ulama salaf.
Dalil tentang Ahlussunnah Wal Jamaah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
افْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَسَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً، قَالُوا: مَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي
“Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya: “Siapa golongan yang selamat itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Golongan yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.” (HR. Tirmidzi, Hakim, dan lainnya)
Hadits ini menunjukkan bahwa golongan yang selamat (al-firqah an-najiyah) adalah mereka yang mengikuti jalan Rasulullah dan para sahabatnya — itulah Ahlussunnah Wal Jamaah.
Prinsip Dasar Ahlussunnah Wal Jamaah
1. At-Tawassuth (Moderat/Tengah-tengah)
Tidak ekstrem dalam beragama dan tidak terlalu longgar. Bersikap moderat dalam segala urusan, sebagaimana firman Allah:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” (QS. Al-Baqarah: 143)
2. At-Tawazun (Seimbang)
Menyeimbangkan antara dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadits) dengan dalil aqli (akal), antara kehidupan dunia dan akhirat, antara hak Allah dan hak hamba.
3. Al-I’tidal (Tegak Lurus/Adil)
Bersikap adil terhadap semua pihak, termasuk kepada mereka yang berbeda pendapat. Tidak mudah mengkafirkan atau membid’ahkan sesama muslim.
4. At-Tasamuh (Toleran)
Bertoleransi terhadap perbedaan pendapat dalam masalah furu’iyyah (cabang) selama tidak menyangkut masalah ushul (pokok) akidah. Menghormati perbedaan madzhab dalam fiqih.
Mengapa ASWAJA?
Mengikuti Ahlussunnah Wal Jamaah berarti mengikuti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya serta para ulama salaf yang istiqamah di atas kebenaran. Di Indonesia, mayoritas umat Islam adalah penganut ASWAJA yang mengikuti salah satu dari empat madzhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali).
Pondok Pesantren Darul Hikmah Langkap berkomitmen untuk mengajarkan dan mengamalkan Islam sesuai dengan manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi, keseimbangan, keadilan, dan toleransi.
Penutup
Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah untuk tetap berada di atas jalan Ahlussunnah Wal Jamaah, dan dijauhkan dari segala bentuk pemikiran yang menyimpang. Aamiin.
Wallahu a’lam bish-shawab.
