Artikel Keagamaan

Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat dalam Islam
Artikel Keagamaan

Keutamaan Ilmu yang Bermanfaat dalam Islam

Ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

Hadits di atas menunjukkan betapa tingginya kedudukan ilmu yang bermanfaat dalam Islam. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan, diajarkan kepada orang lain, dan membawa kebaikan bagi umat manusia. Allah ﷻ juga berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Imam Syafi\’i rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah ia berilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah ia berilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia berilmu.”

Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat antara lain:

  • Mendekatkan diri kepada Allah ﷻ
  • Menimbulkan rasa takut dan khusyuk kepada Allah
  • Semakin bertambah rendah hati (tawadhu\’)
  • Menjauhkan diri dari kesombongan dan riya\’
  • Mendorong untuk beramal saleh
  • Memberikan manfaat kepada orang lain

Semoga Allah ﷻ memberikan kita ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rezeki yang berkah. Aamiin.