Ikhlas merupakan ruh dari setiap amal ibadah, termasuk dalam menuntut ilmu. Tanpa keikhlasan, ilmu yang dicari tidak akan membawa keberkahan dan justru dapat menjadi sumber kebinasaan di akhirat kelak.
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras bagi orang yang mencari ilmu tanpa keikhlasan. Beliau bersabda:
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِي النَّارِ
“Barangsiapa yang mencari ilmu untuk menyombongkan diri di hadapan ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk menarik perhatian manusia kepadanya, maka ia berada di neraka.” (HR. Tirmidzi no. 2654)
Allah ﷻ juga memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk senantiasa ikhlas dalam beramal:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Beberapa tips menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu:
- Perbarui niat: Sebelum belajar, ingatkan diri bahwa ilmu ini dicari untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
- Hindari riya\’: Jangan mencari pujian atau pengakuan dari manusia atas ilmu yang dimiliki.
- Amalkan ilmu: Ilmu yang diamalkan akan menjadi saksi kebaikan, bukan penuntut keburukan.
- Ajarkan dengan ikhlas: Jika mengajarkan ilmu, niatkan untuk menebar kebaikan, bukan untuk dipuji sebagai alim atau ustadz.
- Bertawadhu\’: Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hatinya. Jangan merasa lebih pintar dari orang lain.
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: “Ilmu tanpa amal adalah gila, dan amal tanpa ilmu adalah sia-sia. Keduanya harus disertai keikhlasan karena Allah.”
Semoga Allah ﷻ senantiasa meluruskan niat kita dalam menuntut ilmu dan menjadikan ilmu yang kita peroleh sebagai ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal \’alamin.