Artikel Keagamaan

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam: Dalil dan Hikmahnya

Pendahuluan

Ilmu menempati kedudukan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Bahkan, wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah perintah untuk membaca (iqra’), yang menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah, no. 224, dishahihkan oleh Al-Albani)

Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang melekat pada setiap individu muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Lantas, apa saja keutamaan dan hikmah menuntut ilmu dalam Islam?

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Al-Qur’an

1. Allah Mengangkat Derajat Orang Berilmu

Allah Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang yang berilmu mendapatkan derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Bukan hanya di akhirat, tetapi juga di dunia, ilmu menjadi sebab kemuliaan dan kehormatan.

2. Hanya Orang Berilmu yang Takut kepada Allah

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama (orang berilmu).” (QS. Fatir: 28)

Ilmu yang benar akan melahirkan rasa takut dan khusyuk kepada Allah. Semakin dalam ilmu seseorang tentang kebesaran Allah, semakin tinggi pula rasa takut dan penghambaannya kepada-Nya.

3. Ilmu adalah Warisan Para Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang melimpah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Warisan paling berharga dari para nabi bukanlah harta, melainkan ilmu. Maka, orang yang menuntut ilmu berarti sedang mengambil warisan kenabian.

Adab dalam Menuntut Ilmu

Agar ilmu yang dipelajari membawa berkah, seorang penuntut ilmu hendaknya memperhatikan adab-adab berikut:

  1. Ikhlas karena Allah — Niatkan setiap pembelajaran semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan untuk pujian atau kebanggaan dunia.
  2. Menghormati Guru — Guru adalah pintu ilmu. Merendahkan diri di hadapan guru adalah kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu.
  3. Kesabaran dan Konsistensi — Ilmu tidak bisa diraih dalam semalam. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi dalam belajar.
  4. Mengamalkan Ilmu — Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Ilmu harus diamalkan agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
  5. Mencatat dan Mengulang — Ikatlah ilmu dengan tulisan, dan ulangilah pelajaran agar tidak mudah lupa.

Hikmah Menuntut Ilmu

Di antara hikmah dan manfaat menuntut ilmu adalah:

  • Ilmu menjadi cahaya yang menerangi jalan kehidupan
  • Orang berilmu dimudahkan jalannya menuju surga
  • Ilmu membedakan antara yang hak dan yang batil
  • Ilmu menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya manakala diamalkan dan diajarkan kepada orang lain
  • Ilmu menyebabkan seseorang dihormati dan dihargai di masyarakat

Penutup

Menuntut ilmu adalah perjalanan seumur hidup yang tidak mengenal batas usia. Sejak dari buaian hingga liang lahat, setiap muslim dianjurkan untuk terus belajar dan menambah ilmu. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam menuntut ilmu yang bermanfaat dan memberkahi setiap langkah kita dalam mencari keridhaan-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.